Kamis, 13 Juli 2017

Teks prosedur dan penulisan kata bilangan

Teks Prosedur
  • Teks merupakan naskah yang berupa kata-kata yang digabung menjadi kalimat kemudian dikembangkan menjadi paragraf dan berupa tulisan asli dari pengarang, sedangkan prosedur merupakan tahapan kegiatan dalam melakukan/menyelesaikan suatu aktivitas dengan metode berupa langkah-langkah yang tersusun secara sistematis untuk menghasilkan suatu hal.
  • Jadi yang dimaksud dengan teks prosedur adalah sebuah naskah yang berisi prosedur/tahapan/langkah-langkah dalam menghasilkan suatu hal.
  • Teks prosedur dapat dibedakan menjadi 2 kegiatan yang meliputi :
  1. Melakukan sesuatu, seperti :
Mengaktifkan komputer, menalikan sepatuu, memakai dasi, dll.
  1. Membuat sesuatu, seperti :
Membuat kerajinan, membuat makanan, dll.
  • Struktur dari teks prosedur adalah :
  1. Tujuan, yang ditulis pada bagian ini adalah tujuan dari dilakukannya sebuah proses dari apa yang akan dilakukan.
  2. Langkah-langkah, bagian ini berisi tulisan yang memuat prosedur/langkah-langkah/tahapan kegiatan dari proses pengerjaan suatu kegiatan yang ditulis secara detail dengan urutan kegiatan yang sistematis.
  • Unsur kebahasaan yang mengikuti dalam teks prosedur ini meliputi :
  1. Antonim,
  2. Sinonim,
  3. Kata bilangan (numeralia), dan
  4. Kalimat perintah
  • Keterangan :
  1. Antonim,
Adalah kata-kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Antonim sering juga disebut dengan lawan kata.
Contoh :
  1. Gelap >< Terang
  2. Jauh >< Dekat
  3. Lapar >< Kenyang
  1. Sinonim,
Adalah kata-kata yang memiliki bentuk berbeda baik tulisan maupun pelafalan tetapi memiliki makna/arti yang mirip atau sama.
Sinonim disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh :
  1. Cerdas = pintar = pandai
  2. Gembira = senang = bahagia
  3. Dahaga = haus
  1. Kata bilangan (numeralia),
Adalah sebuah kata yang menyatakan angka dan di tulis dalam bentuk huruf.
Menurut sifatnya kata bilangan dapat dibagi atas :
  1. Kata bilangan utama :
1 = satu, 2 = dua, 3 = tiga, dan seterusnya.
Contoh : ibu membeli tiga sabun mandi.
  1. Kata bilangan tingkat yaitu kata bilangan yang menyatakan adanya urutan atau tingkatan.
Contoh : kesatu, kedua, pertama, dll.
Contoh kalimat : Ia anak kedua dari tiga bersaudara.
  1. Kata bilangan kumpulan yaitu bilangan yang menyatakan adanya sekumpulan, sekelompok yang dinyatakan dalam sebutan jumlah.
Contoh kalimat :
  1. Ketiga anak itu membeli cilok di depan sekolahnya.
  2. Kesepuluh atlit kita berhasil memperoleh medali.
  1. Kata bilangan tak tentu, kata yang menyatakan penyebutan bilangan yang tidak dapat dipastikan jumlahnya secara tepat.
Contoh : beberapa, semua, tiap-tiap, segala.
Contoh kalimat :
  1. Beberapa demonstran terkena gas air mata dari aparat.
  2. Tiap-tiap siswa wajib membayar iuran untuk kegiatan sekolah.
Penulisan Kata Bilangan
  • Aturan-aturan yang harus ditaati dalam penulisan kata bilangan adalah jika kata bilangan tersebut mendapat imbuhan “ke- biasanya hal ini jika masuk dalam bagian kalimat.
  • Aturan tersebut meliputi :
  1. Ke - + angka arab, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan anggota.
Contoh :
Ke – 1, ke - 10, ke – 20, dst.
Contoh kalimat :
  1. Ayamku sudah bertelur untuk ke – 8 kalinya.
  2. Hari ini aku sudah makan untuk ke – 4 kalinya.
  1. Ke – angka romawi, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan angka.
Contoh : ke – XIII, IX, X
Contoh kalimat :
  1. Ada rapat di istana dengan Sunan Hamengkubuwono XII.
  2. Saat ini Sunan Hamengkubuwono IX sedang memimpin kerajaan.
  1. Ke - + kata, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan kata.
Contoh : kesatu, kedua, ketiga, dst.
Contoh kalimat :

  1. Aku anak keempat dari enam bersaudara.
  2. Naya mendapat bagian membaca pada paragraf kedua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar