Teks
Prosedur
- Teks merupakan naskah yang berupa kata-kata yang digabung menjadi kalimat kemudian dikembangkan menjadi paragraf dan berupa tulisan asli dari pengarang, sedangkan prosedur merupakan tahapan kegiatan dalam melakukan/menyelesaikan suatu aktivitas dengan metode berupa langkah-langkah yang tersusun secara sistematis untuk menghasilkan suatu hal.
- Jadi yang dimaksud dengan teks prosedur adalah sebuah naskah yang berisi prosedur/tahapan/langkah-langkah dalam menghasilkan suatu hal.
- Teks prosedur dapat dibedakan menjadi 2 kegiatan yang meliputi :
- Melakukan sesuatu, seperti :
Mengaktifkan
komputer, menalikan sepatuu, memakai dasi, dll.
- Membuat sesuatu, seperti :
Membuat
kerajinan, membuat makanan, dll.
- Struktur dari teks prosedur adalah :
- Tujuan, yang ditulis pada bagian ini adalah tujuan dari dilakukannya sebuah proses dari apa yang akan dilakukan.
- Langkah-langkah, bagian ini berisi tulisan yang memuat prosedur/langkah-langkah/tahapan kegiatan dari proses pengerjaan suatu kegiatan yang ditulis secara detail dengan urutan kegiatan yang sistematis.
- Unsur kebahasaan yang mengikuti dalam teks prosedur ini meliputi :
- Antonim,
- Sinonim,
- Kata bilangan (numeralia), dan
- Kalimat perintah
- Keterangan :
- Antonim,
Adalah
kata-kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Antonim
sering juga disebut dengan lawan kata.
Contoh
:
- Gelap >< Terang
- Jauh >< Dekat
- Lapar >< Kenyang
- Sinonim,
Adalah
kata-kata yang memiliki bentuk berbeda baik tulisan maupun pelafalan
tetapi memiliki makna/arti yang mirip atau sama.
Sinonim
disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh
:
- Cerdas = pintar = pandai
- Gembira = senang = bahagia
- Dahaga = haus
- Kata bilangan (numeralia),
Adalah
sebuah kata yang menyatakan angka dan di tulis dalam bentuk huruf.
Menurut
sifatnya kata bilangan dapat dibagi atas :
- Kata bilangan utama :
1 =
satu, 2 = dua, 3 = tiga, dan seterusnya.
Contoh :
ibu membeli tiga sabun
mandi.
- Kata bilangan tingkat yaitu kata bilangan yang menyatakan adanya urutan atau tingkatan.
Contoh :
kesatu, kedua, pertama, dll.
Contoh
kalimat : Ia anak kedua
dari tiga bersaudara.
- Kata bilangan kumpulan yaitu bilangan yang menyatakan adanya sekumpulan, sekelompok yang dinyatakan dalam sebutan jumlah.
Contoh
kalimat :
- Ketiga anak itu membeli cilok di depan sekolahnya.
- Kesepuluh atlit kita berhasil memperoleh medali.
- Kata bilangan tak tentu, kata yang menyatakan penyebutan bilangan yang tidak dapat dipastikan jumlahnya secara tepat.
Contoh :
beberapa, semua, tiap-tiap, segala.
Contoh
kalimat :
- Beberapa demonstran terkena gas air mata dari aparat.
- Tiap-tiap siswa wajib membayar iuran untuk kegiatan sekolah.
Penulisan
Kata Bilangan
- Aturan-aturan yang harus ditaati dalam penulisan kata bilangan adalah jika kata bilangan tersebut mendapat imbuhan “ke-” biasanya hal ini jika masuk dalam bagian kalimat.
- Aturan tersebut meliputi :
- Ke - + angka arab, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan anggota.
Contoh
:
Ke –
1, ke - 10, ke – 20, dst.
Contoh
kalimat :
- Ayamku sudah bertelur untuk ke – 8 kalinya.
- Hari ini aku sudah makan untuk ke – 4 kalinya.
- Ke – angka romawi, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan angka.
Contoh
: ke – XIII, IX, X
Contoh
kalimat :
- Ada rapat di istana dengan Sunan Hamengkubuwono XII.
- Saat ini Sunan Hamengkubuwono IX sedang memimpin kerajaan.
- Ke - + kata, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan kata.
Contoh
: kesatu, kedua, ketiga, dst.
Contoh
kalimat :
- Aku anak keempat dari enam bersaudara.
- Naya mendapat bagian membaca pada paragraf kedua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar